JAKARTA - Perubahan cara masyarakat mengelola waktu dan kebutuhan sehari-hari menjadi faktor utama berkembangnya bisnis home service.
Di kota-kota besar, aktivitas yang padat membuat banyak orang semakin selektif dalam memilih layanan.
Mereka tidak hanya mencari kualitas, tetapi juga kemudahan dan efisiensi. Dari sinilah model bisnis home service menemukan relevansinya layanan datang langsung ke rumah tanpa perlu konsumen meninggalkan aktivitas utama mereka.
Tidak seperti bisnis ritel konvensional yang memerlukan toko besar dan biaya operasional tinggi, bisnis home service justru tumbuh dengan struktur biaya yang relatif ramping.
Dukungan teknologi digital, sistem pemesanan daring, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk manajemen jadwal dan pemasaran membuat model ini semakin efisien. Kondisi ini menjadikan bisnis home service bukan hanya tren sementara, tetapi peluang jangka panjang yang diproyeksikan terus berkembang hingga 2026.
Mulai dari perawatan hunian, layanan kesehatan, hingga personal care, konsep home service menjawab kebutuhan masyarakat modern yang mengutamakan kepraktisan. Bagi pelaku usaha, model ini menawarkan fleksibilitas operasional dan peluang membangun loyalitas pelanggan yang kuat.
Dengan permintaan yang cenderung stabil, bisnis home service dinilai sebagai salah satu motor pertumbuhan sektor jasa berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang.
Potensi Global Bisnis Home Service Terus Meningkat
Prospek cerah bisnis home service tidak hanya terlihat di pasar domestik, tetapi juga secara global. Melansir laman BCA Prioritas, data dari Grand View Research menunjukkan bahwa pasar home service dunia mencatat pertumbuhan konsisten sepanjang 2025.
Valuasi pasar ini bahkan telah menembus angka USD 1 triliun dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 7 hingga 9 persen.
Beberapa faktor utama mendorong pertumbuhan tersebut, antara lain meningkatnya urbanisasi, kenaikan pendapatan masyarakat, serta perubahan perilaku konsumen pascapandemi. Masyarakat kini semakin menghargai kenyamanan dan keamanan layanan yang bisa diakses dari rumah. Layanan seperti home cleaning, perbaikan rumah, dan perawatan lansia tercatat sebagai kontributor terbesar dalam pertumbuhan pasar ini.
Sementara itu, McKinsey & Company mencatat bahwa konsumen bersedia membayar premi 10–30 persen lebih tinggi untuk layanan ke rumah, khususnya di sektor kesehatan, perawatan hewan, dan home maintenance.
Alasan utamanya adalah kenyamanan, tingkat kepercayaan terhadap penyedia jasa, serta kualitas layanan yang lebih personal. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa bisnis home service akan tetap relevan dan menguntungkan di tahun-tahun mendatang.
Lima Bisnis Home Service yang Diprediksi Cuan Besar di 2026
Bagi calon pelaku usaha atau investor yang ingin merambah sektor jasa, terdapat beberapa jenis bisnis home service yang dinilai memiliki prospek cerah. Dikutip dari Entrepreneur, berikut lima bidang home service yang diperkirakan akan terus tumbuh dan menghasilkan keuntungan signifikan di 2026.
1. Perbaikan dan Renovasi Rumah
Layanan perbaikan dan renovasi rumah diprediksi tetap menjadi primadona. Banyak pemilik hunian, khususnya di wilayah perkotaan, memilih memperbaiki dan meningkatkan kualitas rumah dibandingkan harus pindah ke tempat baru. Kenaikan harga properti turut mendorong tren ini.
Permintaan tinggi datang dari layanan renovasi ramah lingkungan, modifikasi rumah agar lebih aman bagi lansia, hingga perbaikan minor yang bersifat personal. Model layanan yang fleksibel, cepat, dan sesuai kebutuhan pelanggan menjadi kunci utama keunggulan bisnis ini.
2. Perawatan Hewan Peliharaan
Lonjakan kepemilikan hewan peliharaan sejak pandemi menciptakan pasar baru yang terus berkembang. Banyak pemilik hewan bersedia mengeluarkan biaya lebih demi kenyamanan dan kualitas layanan terbaik bagi anabul mereka.
Bisnis grooming ke rumah, penitipan hewan, hingga layanan kesehatan berbasis membership semakin diminati, terutama di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi. Faktor kepercayaan dan pelayanan personal menjadi nilai tambah yang sulit tergantikan.
3. Instalasi Smart Home dan Layanan Teknis
Adopsi teknologi rumah pintar semakin meluas seiring meningkatnya kebutuhan akan keamanan dan efisiensi energi. Perangkat seperti smart lock, smart lighting, dan video doorbell kini menjadi bagian dari gaya hidup rumah tangga modern.
Namun, tidak semua konsumen memahami cara pemasangan dan integrasi perangkat tersebut. Hal ini membuka peluang besar bagi bisnis home service yang menyediakan jasa instalasi, perawatan, hingga dukungan teknis smart home secara profesional dan berkelanjutan.
4. Layanan Kesehatan dan Kebugaran ke Rumah
Tren layanan kesehatan berbasis rumah juga diprediksi terus tumbuh. Banyak konsumen kini lebih memilih layanan pijat terapi, fisioterapi, hingga pemulihan pasca-cedera yang dapat dilakukan di rumah dengan nyaman.
Pelaku usaha dapat mengembangkan layanan kesehatan personal, instalasi fasilitas kebugaran rumahan, atau bekerja sama dengan pusat kebugaran dan klinik olahraga. Jaringan rujukan yang kuat menjadi faktor penting dalam membangun kredibilitas bisnis ini.
5. Modifikasi Rumah Ramah Lansia
Meningkatnya jumlah lansia yang memilih untuk tetap tinggal di rumah menciptakan kebutuhan khusus terhadap lingkungan hunian yang aman dan mudah diakses. Hal ini membuka peluang besar bagi layanan modifikasi rumah ramah lansia.
Jasa pemasangan pegangan pengaman, lantai anti-slip, hingga sistem keamanan rumah pintar khusus lansia menjadi solusi yang semakin dibutuhkan. Selain bernilai ekonomis tinggi, bisnis ini juga memiliki dampak sosial yang signifikan.
Bisnis home service membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung pada toko besar atau lokasi strategis. Dengan memahami kebutuhan konsumen, memanfaatkan teknologi, dan menjaga kualitas layanan, model bisnis ini menawarkan peluang cuan yang berkelanjutan.
Memasuki 2026, home service diprediksi tetap menjadi sektor jasa yang menjanjikan bagi pelaku usaha yang siap beradaptasi.