JAKARTA - Langkah diplomasi pertahanan kembali dilakukan Indonesia di awal tahun 2026.
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan bilateral ke Bosnia dan Herzegovina sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama militer internasional.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat hubungan pertahanan dengan negara-negara sahabat, khususnya di kawasan Eropa.
Kunjungan tersebut berlangsung di Sarajevo dan menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk membahas berbagai peluang kerja sama strategis.
Indonesia memandang hubungan pertahanan bukan hanya sebagai urusan keamanan nasional, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi untuk mendukung stabilitas dan perdamaian global.
Pertemuan Bilateral di Sarajevo
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina Zukan Helez di gedung Kementerian Pertahanan Bosnia dan Herzegovina, Sarajevo. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana resmi dan penuh semangat kerja sama.
Dalam siaran pers resmi Kementerian Pertahanan yang diterima di Jakarta pada Senin, disebutkan bahwa kunjungan tersebut memiliki tujuan strategis yang jelas. “Kunjungan bilateral ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral serta menjajaki pengembangan kerja sama strategis di bidang pertahanan,” demikian kutipan dalam pernyataan resmi tersebut.
Pertemuan ini menandai langkah konkret kedua negara dalam meningkatkan komunikasi dan kepercayaan di bidang pertahanan, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas terkait isu-isu keamanan internasional.
Pembahasan Dinamika Strategis Regional dan Global
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas dinamika lingkungan strategis baik di tingkat regional maupun global. Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina sepakat bahwa perubahan geopolitik dunia menuntut adanya kerja sama yang lebih erat antarnegara untuk menjaga stabilitas dan perdamaian.
Kedua belah pihak juga menegaskan pentingnya kerja sama pertahanan sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga keamanan dunia. Diskusi ini mencakup tantangan keamanan global, peran militer dalam menjaga perdamaian, serta pentingnya sinergi antarnegara dalam menghadapi ancaman lintas batas.
Melalui dialog tersebut, Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina menunjukkan kesamaan pandangan bahwa stabilitas internasional hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang berlandaskan saling percaya dan kepentingan bersama.
Ruang Lingkup Kerja Sama Pertahanan
Hasil pertemuan bilateral tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menjalin kerja sama pertahanan dalam berbagai bidang. Kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi di sektor industri pertahanan, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
Selain itu, kerja sama juga mencakup pendidikan militer, termasuk pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Aspek transfer teknologi menjadi salah satu fokus penting, seiring kebutuhan modernisasi alat utama sistem persenjataan di masing-masing negara.
Tidak hanya itu, Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina juga sepakat memberikan dukungan bersama bagi misi kemanusiaan dan perdamaian di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kesepakatan ini menjadi wujud kontribusi nyata kedua negara terhadap perdamaian dan stabilitas global.
Penandatanganan Nota Kesepahaman
Seluruh kesepakatan kerja sama tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Penandatanganan MoU ini menjadi dasar hukum dan kerangka kerja bagi implementasi kerja sama pertahanan di masa mendatang.
MoU tersebut diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi pengembangan hubungan pertahanan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan adanya dokumen resmi ini, kedua negara memiliki pedoman yang jelas dalam merealisasikan program-program kerja sama yang telah disepakati.
Penandatanganan MoU juga mencerminkan keseriusan Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina dalam membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan.
Harapan terhadap Hubungan Bilateral ke Depan
Dengan terjalinnya kerja sama ini, hubungan bilateral dan militer antara Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina diharapkan dapat semakin erat. Kerja sama pertahanan tidak hanya memberikan manfaat di bidang keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik secara keseluruhan.
Indonesia memandang kerja sama internasional sebagai bagian penting dari politik luar negeri yang bebas dan aktif. Melalui kemitraan dengan Bosnia dan Herzegovina, Indonesia menegaskan perannya sebagai negara yang berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
Ke depan, implementasi kesepakatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kedua negara, baik dalam peningkatan kapasitas pertahanan nasional maupun dalam kontribusi terhadap stabilitas dan keamanan global secara berkelanjutan.