KKP Targetkan 64 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung Januari 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:56:27 WIB
KKP Targetkan 64 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung Januari 2026

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan target pembangunan 64 unit Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) rampung pada 31 Januari 2026.

Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas perikanan serta kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.

Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, menyampaikan capaian terbaru pembangunan KNMP di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, yang telah selesai pada akhir 2025. 

“Secara bertahap 64 lokasi lain yang pembangunannya dimulai Oktober 2025 akan kami tuntaskan seluruhnya pada 31 Januari 2026,” ujar Trian.

Selain Toli-Toli, empat titik lainnya telah mencapai progres lebih dari 95 persen, dan segera siap diresmikan. Secara keseluruhan, pembangunan KNMP tahap ini tercatat sekitar 72 persen, meski ada kendala cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

Dampak Ekonomi bagi Nelayan

KNMP tidak sekadar menyediakan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan pendapatan nelayan. Untuk KNMP Toli-Toli, intervensi pemerintah diproyeksikan meningkatkan produktivitas perikanan dari 173 ton per tahun menjadi 237 ton per tahun, setara dengan peningkatan nilai ekonomi dari Rp2,59 miliar menjadi Rp4 miliar.

“Program KNMP di wilayah itu pun diharapkan dapat menambah jumlah pendapatan rata-rata nelayan dari yang tadinya Rp3,8 juta per bulan menjadi Rp5,2 juta,” jelas Trian. 

Dengan fasilitas dan intervensi ini, nelayan bisa memperoleh nilai jual optimal, mengurangi ketergantungan pada perantara, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Perhatian Pemerintah dan Presiden

KNMP menjadi salah satu program prioritas nasional, dengan perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan catatan Bisnis, Presiden memanggil Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono ke Istana Merdeka pada 26 November 2025 untuk meninjau progres pembangunan.

Usai pertemuan, Trenggono menyampaikan bahwa progres pembangunan saat itu mencapai 45 persen. Ia menekankan program ini mendapat perhatian penuh Presiden, dan seluruh langkah pembangunan dijalankan signifikan. “Soal progres Kampung Nelayan Merah Putih yang kami laporkan kepada Bapak Presiden, sekarang sudah 45%," ungkap Trenggono.

Sinergi Pusat, Daerah, dan Nelayan

Keberhasilan KNMP bergantung pada koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat nelayan. Pelibatan nelayan dalam perencanaan memastikan program ini relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan, termasuk akses sarana penangkapan, penyimpanan, serta distribusi hasil laut.

Infrastruktur yang dibangun mencakup rumah nelayan, dermaga, gudang ikan, fasilitas pengolahan, dan sarana transportasi. Dengan fasilitas ini, distribusi hasil tangkapan menjadi lebih cepat, risiko kualitas menurun berkurang, dan nelayan memiliki peluang masuk pasar regional maupun ekspor.

Manfaat Jangka Panjang dan Ketahanan Pangan

KNMP diharapkan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan jangka panjang. Nelayan yang sejahtera dapat ikut menjaga kelestarian laut melalui praktik penangkapan berkelanjutan. Selain itu, generasi muda nelayan akan tetap tertarik pada sektor perikanan karena prospek pendapatan yang lebih baik.

Dengan rampungnya 64 unit KNMP, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan di sektor perikanan nasional. Program ini memperkuat ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan keberlanjutan ekonomi laut. 

KNMP menjadi model pembangunan terpadu yang bisa direplikasi di wilayah pesisir lain dan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan Indonesia.

Terkini